Pend. Bhs dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang
Pend. Bhs dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang

Jurnal Nasional 6

TELAAH PSIKOANALISIS TOKOH UTAMA

DALAM NOVEL ”MEMBURU KALACAKRA”

KARYA ANI SEKARNINGSIH

 

Anis Lissaidah

Drs. Gigit Mujianto, M.Si

Drs. Djoko Asihino

 

Abstrak: Kesadaran perempuan tentang pentingnya hak-hak perempuan yang terabaikan ternyata berimbas juga dalam karya sastra. Hal ini dapat dilihat melalui kumpulan cerpen ”Jangan Main-Main dengan Kelaminmu” karya Djenar Maesa Ayu yang bernuansa feminisme. Emansipasi perempuan yang terabaikan telah ditunjukkan pada kumpulan cerpen karya Djenar Maesa Ayu tersebut yang mengetengahkan tentang pemberontakan perempuan. Pemberontakan sikap yang digambarkan melalui tokoh wanita dalam kumpulan cerpen inilah yang mengilhami munculnya ide feminis. Dalam hal ini, tujuan feminisme pada intinya adalah untuk mensejajarkan kedudukan dan derajat kaum perempuan dengan derajat dan kedudukan kaum laki-laki.

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi yang obyektif tentang gagasan feminisme dalam kumpulan cerpen ”Jangan Main-Main dengan Kelaminmu” karya Djenar Maesa Ayu, meliputi 1) ) Gagasan feminisme yang dimunculkan lewat tokoh-tokoh, (2) gagasan feminisme yang dimunculkan lewat peristiwa yang dikisahkan, (3) gagasan feminisme yang dimunculkan lewat konfik-konflik, dan (4) gagasan feminisme yang dimunculkan lewat amanat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengkhususkan dan melihat melalui sudut pandang feminisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis yaitu peneliti berusaha mendeskripsikan fakta-fakta (data) yang kemudian disusul dengan analisis obyek yang diteliti dengan menganalisis gagasan feminisme dalam kumpulan cerpen. Sumber data dalam penelitian ini berupa satuan cerita yang terdapat dalam kumpulan cerpen. Teknik dalam penelitian ini adalah (1) teknik pengumpulan data yang digunakan adalah telaah atau analisis terhadap teks (2) teknik analisis data dengan model interaktif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa feminisme dalam kumpulan cerpen “Jangan Main-Main dengan Kelaminmu” karya Djenar Maesa Ayu meliputi: 1) wujud gagasan feminisme lewat tokoh direfleksikan melalui sikap tokoh, tampilan tokoh, cara berbahasa, dan prinsip hidup tokoh yang menentang ideologi patriarkhi, 2) Wujud gagasan feminisme yang dimunculkan lewat peristiwa direfleksikan  melalui tokoh perempuan yang berani mendobrak segala intimidasi yang dilakukan terhadap dirinya, 3) Wujud gagasan feminisme yang dimunculkan lewat konflik-konflik direfleksikan oleh pengarang melalui tokoh utama yang mempunyai rasa percaya diri begitu tinggi dengan prinsip-prinsip hidup yang diyakininya, 4) Wujud gagasan feminisme yang dimunculkan lewat amanat direfleksikan melalui amanat bahwa perempuan bisa mendominasi pria dalam menyelesaikan konflik.

 

Kata Kunci:  Psikoanalisis, Tokoh Utama, Novel

 

 Selanjutnya >>>

Shared: