Pend. Bhs dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang
Pend. Bhs dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang

Jurnal Nasional 4

ANALISIS BAHASA DEPRESI PADA ANAK

KETERGANTUNGAN OBAT DI PONDOK METAL PASURUAN

 

Nurul Ari Puspitosari

Sudjalil,

Ajang Budiman

 

Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui struktur kalimat dan makna bahasa depresi pada anak ketergantungan obat. Adapun penelitian ini, lebih mengutamakan penguasaan bahasa depresi pada anak ketergantungan obat, karena anak yang mengalami depresi juga mempunyai bahasa meskipun bahasa tersebut sulit dimengerti oleh orang yang mempunyai kesadaran. Bahasa tidak hanya diucapkan oleh orang yang mempunyai kesadaran penuh, tetapi orang yang tidak mempunyai kesadaran juga dapat berbahasa.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, karena hanya memaparkan situasi atau peristiwa, tanpa ada perbandingan statistik. Data dalam penelitian ini berupa tuturan langsung anak yang mengalami depresi karena ketergantungan obat. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah anak yang depresi karena ketergantungan obat di Pondok Metal Pasuruan. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi langsung. Setelah data dikumpulkan, data diolah dengan mengklasifikasikan kalimat bahasa depresi pada anak ketergantungan obat yang meliputi kalimat tunggal, kalimat majemuk, dan makna (ilokusi), menganalisis dan menginterpretasikan data yang telah diklasifikasi, dan mengumpulkan hasil analisis yang telah diinterpretasikan.

Berdasarkan analisis data yang terdapat pada bab IV diperoleh kesimpulan berkaitan dengan struktur dan makna bahasa depresi pada anak ketergantungan obat di Pondok Metal Pasuruan. Struktur kalimat pada anak ketergantungan obat meliputi struktur kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Struktur kalimat tunggal ditemukan 8 pola: SP, PS, PK, PPel, KetP, PelS, PSKet, dan KetPS. Struktur kalimat majemuk ditemukan 6 pola: PP, PSP, PPS, PPO, PPSP, dan PSPKet.

Berkaitan dengan makna, makna yang dimaksud adalah tindak ilokusi yang meliputi tindak ilokusi yang berupa: tindak ilokusi meminta termasuk verba direktif. Verba ini muncul pada anak yang mengalami depresi pada saat sedih dan gembira. Penderitanya sangat aktif dan ribut. Berbicara dengan cepat dan tertawa riang. Perasaanya tidak pernah merasda puas. Hidup merasa jemu dan putus asa. Tindak ilokusi menyuruh. Tindak ilokusi menyatakan termasuk verba asertif. Verba ini muncul pada anak yang mengalami depresi pada saat sedih dan gembira. Penderitanya diam saja dalam waktu yang lama, tidak mau berbicara. Penderitanya menjadi melankholis, sangat sedih dan dihinggapi ketakutan serta kegelisahan. Kesadarannya menjadi kabur, idenya campur aduk dan tidak mengenal pantangan serta larangan. Tindak ilokusi menawarkan termasuk verba direktif. Verba ini muncul pada anak yang mengalami depresi pada saat sedih dan gembira. Penderitanya merasa jemu hidup dan berputus asa. Diam saja dalam waktu yang lama. Perasaannya tidak pernah puas.

 

Kata kunci: bahasa depresi, dan anak ketergantungan obat


Selanjutnya....

Shared: