Pend. Bhs dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang
Pend. Bhs dan Sastra Indonesia
Universitas Muhammadiyah Malang

Jurnal Nasional 2

PENERAPAN MODEL TGT (TEAMS-GAMES-TOURNAMENTS)

SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA

KELAS X-B SMA MA’ARIF PANDAAN-PASURUAN

TAHUN AJARAN 2008/2009

 

Erma Andhika Sari

Drs. Gigit Mujianto, M.Si

Dra. Ribut W. E., M.Si, M.Pd

 

 

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi kemampuan berbicara siswa kelas X-B SMA Ma’arif Pandaan-Pasuruan yang masih rendah. Hasil observasi di SMA Ma’arif Pandaan-Pasuruan menunjukkan bahwa siswa kelas X-B memiliki kemampuan berbicara yang kurang maksimal, penyebabnya antara lain teknik pembelajaran yang diterapkan guru membosankan bagi siswa, oleh sebab itu perlu menerapkan model TGT. Permasalahanya adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan model TGT untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas X-B SMA Ma’arif Pandaan-Pasuruan. Penelitian ini bertujuan menerapkan model TGT pada kemampuan berbicara siswa. 

                Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Rancangan yang diterapkan adalah tindakan kelas dengan model TGT. Penelitian ini dilakukan di kelas X-B SMA Ma’arif Pandaan-Pasuruan, sedangkan subyek penelitian ini adalah siswa kelas X-B SMA Ma’arif Pandaan sebanyak 40 siswa dan guru Bahasa dan Sastra Indonesia.  Data penelitian ini berupa perilaku guru dan siswa dalam proses pembelajaran berbicara dengan menggunakan model TGT dan peningkatan kemampuan berbicara. Data tersebut diperoleh dengan teknik pengamatan, teknik wawancara, catatan lapangan, dokumen, teknik tugas dan tes. Peneliti bertindak sebagai pengamat dan instrumen, di samping itu digunakan instrumen pembantu berupa panduan observasi, kamera digital, rubrik penilaian dan panduan penilaian kegiatan siswa selama pembelajaran berbicara berlangsung, dan soal-soal tugas dan tes.  Data yang terkumpul dianalisis dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Adapun teknis analisis yang digunakan adalah reduksi, penyajian data, dan penarikan simpulan. Peneliti bertindak sebagai pengamat dan penilai kegiatan siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Guru Bahasa dan Sastra Indonesia bertugas sebagai pengajar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan siswa sebelum tindakan 59.37 %, siklus I  persentase 61.72 %,  siklus II persentase 80 %. Dengan demikian, pembelajaran dengan menggunakan model TGT dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa .

 

Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model TGT, dan Berbicara  


Selanjutnya....

Shared: