Webinar, Kokohkan Kekreatifan dan Keinovatifan Guru di Masa Pandemi

Kamis, 21 Mei 2020 11:15 WIB

Malang – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang sukses menyelenggarakan kegiatan webinar dengan tema “Menjadi Guru Kreatif dan Inovatif di Masa Pandemi” melalui youtube FKIP UMM Official dan Zoom pada Rabu (20/05/2020). Acara webinar yang berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 12.00 WIB merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi guru dalam melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring menggunakan pengajaran yang kreatif dan inovatif di masa pandemi.

Webinar pembelajaran kreatif dan inovatif ini berhasil menarik minat ratusan para tenaga pengajar dan mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia, seperti Kediri, Pacitan, Tulungagung, Gresik, Malang dan kota-kota lainnya. Acara webinar dimoderatori oleh Dr. Hari Windu Asrini M.Si yang merupakan dosen Pendidikan Bahasa Indonesia UMM sedangkan penyampaian materi disampaikan oleh dua narasumber, yakni Dr. Sugiarti, M.Si selaku kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM dan guru peraih juara III Nasional Inovasi Pembelajaran yakni Nariyanto S.Pd yang berasal dari Pacitan.

Salah satu pemateri Webinar, Nariyanto, M.Pd. sedang menjelaskan materi (Foto: Wafiq)

Acara webinar yang dilakukan melalui live youtube berlangsung dengan lancar. Penonton tampak antusias dan menyimak materi yang disampaikan oleh nasarasumber dengan mengajukan  pertanyaan atau sekedar menanggapi melalui kolom komentar. Dalam penyampaian materi, narasumber mengawali dengan membahas mengenai pembelajaran yang menyenangkan “Game, kuis, aktivitas semi dan aktivitas olahraga dapat digunakan sebagai pembelajaran yang menyenangkan selama masa pandemi.” Jelas Sugiarti.

Pembelajaran yang menyenangkan tentu didukung dengan media yang sesuai. Dalam hal ini, Nariyanto menambahkan media kreatif dan inovatif yang dapat diterapkan guru selama masa pandemi “Ada tiga media kreatif dan inovatif yang dapat diterapkan di masa pandemi yakni media Corona (coretan romantika yang bermakna), tambang berantai (menjalin kerjasama) dan Sikamin (beraksi di depan kamar bercermin).” Ujar Nariyanto. Media yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar tentu disesuaikan dengan kebijakan kemendikbud mengenai pembelajaran daring dalam rangka pecegahan covid.

Kedua narasumber berbagi ilmu mengenai pengajaran yang diterapkan dengan mengembangkan kreatifitas dan inovasi dengan mengedepankan keingintahuan, responsif, kolaboratif, dan komunikatif yang berkaitan langsung dengan pengembangan media yang tidak melulu mencapai target kompetensi namun juga karakter. Selain itu, media yang digunakan harus memperhatikan kemampuan pengguna dalam mengaplikasikan dan bagaimana penerapannya yang harus bersifar ramah lingkungan.

“Para orang tua memiliki kewajiban membentuk karakter anak dengan baik, orang tua menggiring anak mengerjakan tugas dan membantu anak menyelesaikan tugas” ujar Sugiarti menanggapi pertanyaan Yuli Hariyanati, salah satu peserta webinar mengenai menyikapi ketidakjujuran dalam mengerjakan tugas oleh peserta didik.

Program Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang melalui acara webinar ini banyak memberikan pengetahuan kepada para guru dan mahasiswa mengenai penerapan pembelajaran yang kreatif dan inovatif selama masa pandemi serta perubahan mindset dan paradigm terhadap proses pembelajaran. Selain itu, acara ini juga mengedukasi para orang tua untuk ikut serta berkontribusi mengembangkan pembelajaran dengan berkewajiban membentuk karakter anak dengan baik. Pada dasarnya, keingintahuan harus dilandasi dengan ilmu, maka setiap apapun yang disampaikan sebagai wujud pembelajaran harus mengandung target, syarat dan bagaimana pendidik mengokohkan kekreatifan dan keinovatifan yang mumpuni.

Shared: