Mahasiswa PBSI UMM Putuskan Menjadi Reporter Guna Mendalami Ilmu Jurnalistik

Rabu, 20 Desember 2017 09:32 WIB

 

Malang—Mahasiswa PPBSI UMM putuskan turun ke lapangan layaknya seorang reporter . Tujuan utama mereka adalah untuk membuat liputan sebagai bahan menulis berita, yaitu tugas matakuliah Jurnalistik yang dibina oleh bapak Husnun N Djurajid “Matakuliah ini merupakan salah satu bidang keahlian yang kami miliki. Jadi mahasiswa harus bisa memahaminya baik dari segi teori maupun praktik” Ungkap Purwati Anggraini (19/12/2017) selaku sekretaris jurusan.

Terbagi menjadi dua kelompok besar, dalam rentang waktu 8 hingga 14 Desember 2017 mahasiswa-mahasiswa ini menyerbu dua tempat wisata di Jawa Timur. Taman Safari Prigen dan  BJ Probolinggi menjadi pilihan mereka. Nara sumber yang mereka tuju seperti pengunjung, pegawai, atau pengelola tempat wisata. Informasi yang diperoleh tentu bermacam-macam. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu mahasiswi,  yaitu Fera “saya jadi tahu bagaimana peran dan tugas seorang karyawan dalam pengelolaan hewan di Taman Safari Prigen. Mulai dari pemberian makan, memandikan, atau bahkan pemberian nama”.

“Mereka ternyata tidak hanya mereka berperan langsung layaknya seorang wartawan yang meliput sebuah pemberitaan, melainkan mereka juga mengenali susah senangnya orang-orang yang bergelut di bidang ini” jelas M. Faizin, salah satu dosen yang ikut mendampingi mahasiswa. Dosen BIPA ini juga menceritakan bagaimana mahasiswa diuji kesabarannya ketika harus dihadapkan pada kondisi di luar yang diharapkan, seperti cuaca yang kurang mendukung serta beberapa informan yang berbelit ketika dilakukan liputan.

Ditemui di lain kesempatan, Candra RWP selaku dosen pendamping menjelaskan bahwa pemahaman materi, dari berbagai jenjang, tidak hanya sebatas “mengetahui” (knowing), melainkan juga harus “menjadi” (being). “Ya seperti yang kita ketahui, masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan, berarti mereka sebatas “mengetahui” bahwa membuang sampah seharusnya pada tempatnya” ujar dosen muda asal Batu tersebut.

Konsep inilah yang menjadi salah satu latar belakang  pendidikan karakter, macam pendidikan yang sedang digalakan beberapa tahun terakhir di Indonesia. Materi tidak hanya mengendap di dalam kepala, tetapi juga merasuk dalam karakter para pembelajar.  Dengan berperan menjadi reporter diharapkan mahasiswa mampu memiliki pengalaman dan keahlian tambahan yang dapat dimanfaatkan ketika mereka lulus kuliah. (Cn/Fn)

Shared: